Sebuah Catatan dari Karya Suci

Bersiap Tuk Pulkam

Malam yang menggetarkan jiwa setelah aku datang silaturahmi dengan temanku yang sudah mempunyai bisnis banyak, sungguh terasa diri ini seolah-olah tak berarti apa-apa sehingga tidak punya pengalaman apa-apa untuk berbuat sesuatu yang bisa menghasilkan uang, tapi gimana lagi aku harus menabung dikit-dikit dan puasa makan serta rokok untuk pengiritan, dan itulah realitanya, terkadang berpikir kenapa ortuku tidak memahami semangatku lantaran takut terganggu kuliahnya padahal hal tersebut juga merupakan kuliah dan belajar walaupun tidak dalam ruangan yang formal. Mekanisme tersebut yang kurang dipahami oleh orang tua yang masih menjunjung dunia PNS, sungguh malang nasib, ini.

Terkadang pula sedih dan bahagia melihat teman yang sudah buka usaha kecil-kecilan lalu menjadi besar lantaran dimodalin sama keluarganya tapi yang membuat sedih kenapa hal itu tidak terjadi pada aku, tapi tidak apa-apa pemikiran positifku adalah mungkin dengan gaya pelitnya orang tua ada maksud dibalik itu semua, karena orangtuaku seolah-olah sutradara dalam permasalahan pembiayaan dalam hidupku sebelum berkeluarga.

Tapi terkadang aku merasa orang tua kurang memahami konteks sifat anaknya yang modelnya seperti aku, maka ketidak tahuan saya semakin besar hingga membentuk orang yang takut mencoba. maka dari itu teman-teman yang akan menjadi bapak/ibu atau mungkin kalo sudah menjadi orang tua untuk benar-benar mengetahui sifat anaknya dan kemauannya jangan sampek dengan persoalan uang anda akan tertinggal pengetahuan yang justru itu lebih penting dari ilmu yang di dapat di sekolah atau perkuliahan. Apasih gunanya uang kalo tidak buat anaknya dan buat makan, pikiranku satu kalo anaknya sudah berani tanggung jawab dan berani mangembalikan dananya setelah dia mendapatkan untung dari usaha yang dimodalin ortunya maka tidak heran dia akan menjadi pengusaha muda di Negara Indonesia kita..

Pemikiran inilah yang terkadang salah walaupun banyak telah mengatakan jadi pengusaha tidak perlu modal karena cukup bawa diri aj itu merupakan modal yang besar, tapi tentu tidak dalam hal bisnis yang memakai awalan modal seperti buka toko dan warnet Dll. Ada pemikiran lainnya juga seharusnya anaknya sadar kalo orangtuanya sudah bersikap seperti itu maka sang anak harus mencari uang sendiri untuk ditabung lalu buka usaha yang diinginkan. Tapi menurutku itu merupakan kerugian dalam waktu karena system pekerja tidak berani mengotak-ngatik ataupun mengerti apa proses sebenarnya dalam mendirikan bisnis tersebut.

Tapi tentu banyak persepsi dalam permasalahan ini semoga kepulanganku di tanah kelahiranku membuat perubahan yang berarti, renacanya proses presentasi mendirikan usaha ke orang tua akan dilakukan besok, oleh karena itu mohon doanya..

Doaku mudah-mudahan  terkabul karena aku lebih takut kehilangan waktu dari pada aku harus dibuat menunggu untuk membuka usaha, karena udah tiap kali aku presentasi tapi tidak pernah mau di wujudkan lantaran aku masih kuliah, padahal model mahasiswa mencari ilmu bukanlah hanya di ruangan formal, sungguh sedih jika ingat ketidak adilan ini.

Bertahan untuk tetap bangkit. Dengan keterlelahanku dalam merasakan penderitaan ini, seolah membuatku untuk tetap bangkit dalam hal ini sayapun memulai bisnis kecil-kecilan dengan kulakan pakaian anak kecil walaupun belum sempat disebarkan lantaran kemarin ada trouble, tapi saya tetap optimis hingga saya pun harus pergi ke solo untuk kulakan langsung pada sumbernya tentang masalah pakaian batik. Katanya sih pakaian batik disana lebih murah tapi ketahanannya kurang masih kalah m pekalongan, tapi kita kan Cuma system dagang, karena pembelinya Cuma carinya tempat pakaian murah gtu, adapun kwalitas kurang diperhatikan, lantaran kebentur modal. Tapi hal kwalitas tidak bisa kita remehin karena itu bisa jadi pengaruh besar terhadap image took pakaian kita. Tinggal kita benar-benar bisa mengatur dengan baik bagaimana mengalihkan itu semua.

Tapi tetap semangat karena dibalik kesulitan pasti ada jalan pencerahan. Amien,,AP(15)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: