Sebuah Catatan dari Karya Suci

Perjuangan Tanpa Batas

Percobaan pertama telah gagal dilakukan tapi tentu masih ada sasaran lainnya yang belum saya coba, kadang terpikir perkataan oranglain bagaimana kita akan tahu kalo kita tidak pernah mencobanya.

Awalnya saya hanya mencoba menitipkan barang dagangan keibunya temenku dengan system bagi hasil tapi sooknya pada hari ini setelah saya berkunjung ketokonya ternyat tidak dijual di tokonya lantaran angina dan sembarang kalir alasannya. Setelah saya Tanya bagaimana penjualannya di rumahnya, dia pun alasan banyak yang mau tapi dengan cara utang, dia pun beralasan dengan sejuta pengalamannya yang dahulu bahwasannya pada waktu itu dia sempat jualan batik namun mengalami kerugian besar lantaran orang yang utang tidak mau bayar padahal orang-orang tersebut adalah keluarga besar ibu sendiri. Dengan alasan itulah saya tidak bisa melanjutkan kerjasama tersebut lantaran ibu sudah menyerah sebelum dia menjual ataupun mengolah pemasarannya dalam penjualan tersebut.

Akupun berpikir untuk berjualan sendiri dengan harga yang standar tapi sangat lebih menguntungkan bagiku namun yang disayangkan waktuku akan lebih banyak tercurah dalam penjualan barang dagangan tersebut, sebenarnya saya lebih suka gaya pemasaran yang sama-sama menguntungkan karena lebih bisa menghemat tenaga dan waktu. Tapi tidak apa-apalah dalam pembelajaran dagang kali ini mungkin sudah merupakan bab kedua untuk dikenal dan dicoba buat pengalaman dan keilmuan saya sendiri dalam berdagang.

Untuk itu besok pagi aku harus bangun pagi dan observasi kesekolah-sekolah untuk jualan baju-baju tersebut, namun aku juga harus ijin ke bapak kepala sekolah agar bisa jualan disana. Tapi mudah-mudahan berhasil.

Tentu tidak masalah itu saja yang menimpa hari ini tebilang modalku dan barangku sangat minim oleh karena itu saya pun pingin kulakan lagi di grosir-grosir yang murah, tapi keuangan pada bulan ini sungguh menipis. Padahal mimpiku untuk mengembangkan usaha pakaian ini sangatlah luas dan banyak, tebiang eman kalo saya tinggalkan hanya dengan alasan ketidakcukupan modal itu sendiri.

Mungkin para pembaca tahu bahwa perjuangan disni merupakan arti hidup yang tak bisa kita nikmati namun hanya bisa kita rasakan, kenapa penulis mengatakan demikian, lantaran bumi ini selalu berputar dan tak pernah berhenti, sama halnya dengan barang dagangan yang selalu kita putar dan tak bisa kita nikmati cukup dengan merasakan kepuasan pembeli itu sudah merupakan kenikmatan yang tak tenilai harganya. Penghargaan orang lain juga merupakan salah satu bentuk kenikmatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: