Sebuah Catatan dari Karya Suci

Ya Tuhan, Aku Malu

Berulang kali suara hatiku berkata sedimikian indahnya jikalau kita dekat dan berada pada titik pengabdian sempurna, tentunya ketengan akan terjamin dengan sendirinya, perhatikanlah mereka tanpa pikir panjang hiduppun seolah berubah menjadi lebih baik dan barokah. Lantaran apakah yang dimiliki mereka?. Tiada hentinya penulis memikirkan persepsi sementara yang pada otakku.

Akupun pergi meninggalkan mereka sambil bertanya siapakah aku sebenarnya dan mau kemanakah diri ini nantinya?, seolah diri ini terjebak pada kata kesesatan, tanpa mengenal arah tujuan. Untuk itu kekhawatiran seakan menjadi selimut di hari ini.

Perkara demikian merupakan inti dari pengenalan hamba dan tuhannya, sebab penulis pun sadar siapa yang mengenal dirinya maka akan mampu mengenal tuhannya. Perjalananku teramat jauh mungkin pengenalan ini masih muda dan mudah berubah karena pijakanku masih gampang goyah.

Sekali lagi aku bertanya pada diriku, kenapa aku dilahirkan, apakah rahasia yang tersirat dibalik ini semua?, apakah sekedar perwujudan sebagai manusia, ataukah hanya terlanjur aku terlahir di dunia ini?.

Setiap kekuatan yang dimiliki manusia pasti ada kelemahannya, tiada kesempurnaan ataupun kekuasaan yang abadi, demikian halnya dengan perselingkuhan aliran agama di benakku telah lahir sebuah kebebasan. Perintah-perintahnya pun tak mampu aku laksanakan layaknya seorang kiyai besar aku berfatwa pada diriku sendiri hidup tak kan selamanya enak, manis-pahit adalah bumbu yang tak terpisahkan.

Berpikir soal kemaluanku pada-Nya, tragis sekali kalo hanya sadar sesaat, kalo hanya bisa berbuat sesaat, kalo hanya aku bersujud sejenak, cinta-Nya adalah mahakarya sempurna, maka dari itu akupun ada. Selebihnya akupun tak tahu siapa diriku.

Apakah yang membuatku buta?, mata bathinku seakan tertutup debu puluhan tahun lamanya, berdasarkan perunangan imanku mudah goyah, tak ada pijakan kuat untuk bertahan dalam kondisi apapun. Ketidak puasaan yang menimpa diriku selalu menjadi landasan kekuranganku, kenapa hal tersebut terjadi pada diriku lantas apa salahku?.

Pertanyaan-pertanyaan selalu muncul tanpa ada jawaban yang benar, diterima dalam kondisiku sekarang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: