Sebuah Catatan dari Karya Suci

Sebelumnya penulis hanya mengusulkan nama kontrakan aten sebagai arti dari BLOK A NO 10. Namun yang terkandung dalam sejarah ternyata berbeda makna, sumber ini penulis dapatkan langsung dari Wikipedia dengan kata kunci aten itu sendiri.

“Aten (juga disebut Aton, Mesir jtn) adalah dewa matahari pada mitologi Mesir. Dewa ini digambarkan berbentuk disk.

Ia menjadi dewa utama yang monolatristik, henoteistik, atau bahkan monistik pada Atenisme yang didirikan oleh firaun Amenhotep IV (yang nantinya mengambil nama Akhenaten untuk menyembah Aten). Dalam puisinya, Akhenaten memuji Aten sebagai pencipta, dan pemberi kehidupan. Akhenaten menekan pemujaan Ra untuk Aten.

Setelah kematian Akhenaten, pemujaan Aten ditinggalkan, dan firaun-firaun selanjutnya menghapuskan penyebutan mengenai bidaah Akhenaten”.

Lantas dengan adanya sejarah ini apakah temen-temen disini ingin merubah nama besar kekeluargaan kita menjadi Superman Is Back (SIB) layaknya masa-masa awal kuliah, pelanggaran nama ini terlanjur kita agungkan dan kita kembangkan, tapi inilah kita sebagai rakyat yang buta sejarah apalagi sejarah padang pasir itu sendiri. Perdebatan ini belum mendapat respon dari kalangan luar dan dalam karena kita belum musyawarahkan kembali. Alasan lainnya teman-teman banyak yang KKN dan pulang ke kampungnya.

Walaupun pemujaan aten telah ditinggalkan oleh mereka apakah nama ini terus menjadi nama kebesaran dari kita,,? Tidak takutkah nama tersebut berada pada titik perbedaan yang sangat kontroversial terutama dengan agama kita!!.

Apakah kita akan beranggapan nama hanya sebuah panggilan yang tak penting atau hanya sapaa belaka, ternyata dalam agama namapun berubah menjadi alat transportasi sebuah doa baik dari orangtua yang menamai ataupun bagi kita sang pemilik nama itu tersebut. Perbedaan penafsiran disini membuat nama itu beraneka ragam jenis dan keutamaan arti dalam nama tersebut sehingga tak jarang kebanyakan nama banyak melenceng dari anjuran-anjuran Nabi Muhammad, tapi yang mengagetkan lagi justru nama yang aneh lebih mudah berkembangnya dan suksesnya ketimbang nama yang terlalu (agamis, deso, dll.), contoh saja sebutan-sebutan nama yang tak wajar dikalangan artis kita seperti Tukul (Rianto), Pepeng (Ferrasta Soebardi),  komeng(Afliansyah) Keceng (Arif Suyono), dll.

Apakah sebuah sebutan nama adalah kepentingan bisnis entertain agar lebih menjual?. Atau nama-nama sebutan tersebut sengaja di pasarkan sebab ada kekurangan dalam diri kita layaknya Doyok yang kurus, Keceng, dan aAun yang gemuk, atau si Boneng yang giginya agak kedepan dll. Jawaban itu belum muncul, tapi sang pemilik nama biasa saja seolah itu nama akrab atau sekedar julukan belaka agar tidak kelihatan serius dan agamis.

Terkadang nama itu menjadi masalah dalam berimigrasi atau berkerja ditempat lainnya seperti nama-nama islam jika hadir di Amerika menjadi sorotan kuat untuk dipantau ditakutkan sebagai seorang teroris, sungguh tragis pada kenyataannya segala nama adalah doa tapi perbedaan yang mencolok sudah menjadi bagian yang harus dipisah-pisah dan dibentuk dengan identic-identik tertentu.

Hal ini pun mengagetkanku tanpa terasa telah kutemukan dan kusadari kebutaanku tentang sejarah itu sendiri, apalagi ini ada kaitannya dengan agama, dimana Firaun merupaka musuh terbesar Nabi Musa pada kala itu. penulis berharap temen-temen paham dan harap dirundingkan kembali atas nama kebesaran kita bersama demi sebuah kekeluargaan yang telah menyatu pada tiap tetes keringat tubuh kita. AP(9)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: