Sebuah Catatan dari Karya Suci

Buku Itu Mengusikku

“ya tuhanku Aku tertipu” sebenarnya judul ini sangat menarik untuk dibaca oleh tiap kalangan yang meilhatnya karena pandangan dari judul ini cukup menarik untuk mendeskripsikan dan bertanya-tanya apa isi yang terkandung dalam buku tersebut. Buku ini dikarang oleh : Antonius Richmond Bawengan (50), dengan pemikirannya dia menganggap dialah yang paling benar berdasarkan pemikiran dan analysis permasalahannya.

walaupun penulis kalah jauh untuk menandingi pandangnan analisisnya tentang pengenalan tuhannya tapi penulis sangat tergerak apabila privasi agama penulis (islam), terusik dengan karya bukunya di halaman terakhir tertulis  Hajar Aswat adalah simbol kelamin wanita, tugu tempat melempar Jumrah adalah simbol kelamin laki-laki, dan Kabah adalah bekas kuil Hindu.

Keilmuan filsafat beliau tentang agama islam sangat minim bahkan terbilang tidak tuntas dalam penggaliannya sehingga bisa mendeskripsikan tempat-tempat suci tersebut dengan gaya dan pemikirannya sendiri tanpa melihat sejarah dan keilmuan islam itu sendiri.

Tulisannya cukup berpengaruh baik dari caranya memberikan judul dan isi bukunya membuat kita berpikir apakah semua hal tersebut benar adanya. Namun bagi umat islam diharapkan jangan mudah terpengaruh dengan argumen da nisi bukunya. Sebab tingkat keimanan penulis lagi kacau dan karyanya hanya sebatas pemikirannya tanpa didasari dengan bukti ilmiyah dan keilmuan yang tinggi.

Pengaruh disini begitu kuat bagi rakyat kampung/dusun yang keilmuan atau keagamaannya masih kurang hingga akhirnya mereka menyerahkan pada yang berwajib untuk ditindak lanjuti agar keresahan di masyarakat tidak menjadi pengaruh dan persepsi yang salah dalam pandangan agama tersebut.

Boleh dia katakan seperti itu setelah  dia mengenal islam bukan hanya fisik dan wujudnya melainkan dalam islam ada tingkatan orang mengenal/menguasai keilmuan berdasarkan adanya iman yaitu : secara thariqat, hakikat dan makrifat. Merupakan tingkatan keimanan bagi pemuluknya.

Dia telah diperbudak oleh akalnya sendiri dan pemikirannya yang salah atau dia pun bisa terpengaruh dengan didikan orang-orang sebelumnya dalam agama sehingga dia mampu berpikir dan mengatakan hal-hal tersebut kepada para pemeluk islam lainnya. Lantas bukan islam yang salah tapi dia yang menyalhi islam maka secara spontan masyarakat tamanggung tidak terima seolah agama dan keyakinan suci ini dicoreng dan dibuat berdasarkan pemikiran dan permainan otaknya belaka. Kemanakah pergi keimanannya penulis pun berpikir jangan-jangan keimanannya lari ke dunia sex sehingga dia berpikir tempat-tempat suci tersebut layaknya kelamin laki-laki dan wanita.

Banyak cerita orang pintar seperti dia yang beranggapan agama islam itu agama yang tidak lengkap dan anarkis, pendapat itu semua terlahir oleh orang yang kaya ilmu tapi miskin iman, maka menjadi duri bagi islam itu sendiri walaupun secara pendataannya mereka juga memeluk islam. Entah apa yang dipikirkan untuk mendapatkan kebenaran tapi malah kesalah pahaman yang dia terima dan masuk akal secara logika. Sehingga tidak jarang agama islam terpecah-pecah berdasarkan keyakinan dan pemahaman akal mereka.

Selain buku diatas dia juga menyebarkan buku ’Saudaraku Perlukan Sponsor’ merupakan buku yang menghujat agama islam itu sendiri yang di bagikan di teras-teras rumah kampung Desa Kranggan Temanggung. Kejadian ini bukan satu ataupun dua kali dalam pelecehan agama itu sendiri dengan cara hukumpun dia mendapatkan 5 tahun menjara. Oleh karena itu daerah Temanggung bergejolak lantaran ketidak terimaan masyarakat atas hukuman yang menimpa Antonius Richmond Bawengan, bagi mereka hukuman itu sangat ringan dan tidak setimpal dengan kesalahan pemikiran dan pelecehan agama yang dia lakukan. Namun itulah wajah hukum Indonesia selalu bikin kesal masyarakatnya tanpa menerima kepuasaan dan keuntungannya.

Belakangan ini didengar atau tidak sebagian masyarakat mengusulkan kepada SBY untuk mengganti menteri agama di Indonesia ini, karena selain kejadian diatas juga ada kerusuhan dalam konteks yang sama yaitu ahmadiyah dengan masyarakat setempat didesanya.

Dan harapan kami hanyanlah pada peran pemerintah dalam menindak lanjutin permasalahan-permasalahan yang ada, keuntungannya agar tidak lagi menjadi beban dan keresahan masyarakat. Selain itu pemerintah tidak menganggap permasalahan agama hanya sepele belaka karena hal demikian merupakan hal saklar bagi para pemeluknya.AP(8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: