Sebuah Catatan dari Karya Suci

Teringat kembali kenangan lama yang menyakitkan hanya padaku dia bersikap seperti itu, lantas apadaya diriku tidak bisa berbuat sedikit ketegasan sebab rasa sayang yang berlebihan terhadapnya hanya teruntuk dia, namun sekarang sudah tidak ada kabar lagi tentangnya, padahal hasrat ini ingin sekali bertemu dengan dirinya tapi sebab jarak yang terlampau jauh membuat kita hanya mampu diam tanpa berkomunikasi dan menjelaskan permasalahan kenapa kita sudah tidak bisa berkomunikasi.

Kesalahannya sudah aku maafkan tapi hati ini tak bisa semudah itu, terasa perih amat kejam untuk dilakukan, saya kira hal tersebut tidak pantas untuk dilakukan, tindakannya terasa dingin apabila ditanyakan permasalahan masalalunya yang masih kuat dalam dirinya untuk tetap berhubungan dengan orang lain, apakah tindakan ini pantas untuk dilakukan didepanku, penulis sebagai laki-laki masih punya perasaan untuk bersikap layaknya dia, lebih baik dia berkata terus terang bahwa masih memendam perasaan dengan orang lain, janganlah diriku menjadi korban yang sengaja engkau rancang.

Setiap harinya aku berpikir dan gampang sekali merasa bingun mencari tempat curhat karena kebingungaku atas sikapnya yang tidak rasional bagiku. Dengan ketegaannya dia bersikap manis sehingga membuat kemarahanku hilang apabila aku ingin mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang dihadapin bersama. Bukan karena saya cemen dan tidak mampu bersikap tegas, bahkan kalo perlu marah pun aku bisa, tapi tidak padanya, kelihaiannya dalam mengalihkan perhatian sangat pandai, sehingga diriku ini selalu gagal.

Memang dengan dia aku bahagia kedewasaan dan solidaritasnya mampu membuat diriku terpesona dan jatuh hati padanya selamanya. Dia penuh kesabaran menghapi orang dan tidak pernah merasa bosan apbila dekat dengan saya, semuanya bisa mengalun dengan indah penuh cinta dan tawa, alangkah indah saat bersamanya, tapi setelah dia tidak bersamaku atau dia pulang kembali ketempatnya maka perasaanku berubah amarah yang tak terkendalikan, curhat dan berpikir selama ini aku jalankan bersama teman-temanku baik tentang kelebihan dan kekurangannya.

Menurutku dia wanita yang tak kalah bandingnya dengan yang lainnya, bahkan dia mampu melakukan apapun demi kebersamaan kita bersama, tapi kenapa sifat main belakang di depan saya selalu ia lakukan walaupun hanya berkomunikasi lewat telepon, saya pun tak bisa menahan amarah ini. Sungguh kejam sikap demikian itu.

Tidak dengan mudah aku melukannya butuh banyak waktu untuk menghapus memori kebersamaan kita bahkan sudah ku hilangkan semua jejak-jejak ataupun foto-foto bareng bersamanya tapi tetap tidak kuasa untuk kulupakan semuanya, apakah ini yang dinamakan cinta tak harus memiliki, walaupun sudah dicicipi (mencintai), didekatnya tak akan pernah bosan dan diam walaupun dia suka sekali tidur karena capek begitu pun dengan gayanya yang tidak pernah lepas untuk memberikan perhatian penuh pada diriku, dia pun rela datang dari Jakarta ke Malang, sungguh jaraknya sangat jauh bahkan untuk menempuhnya dibutuhkan waktu 12 jam untuk bisa sampai di tempat, itu tidak satu atau dua kali dia datang kesini tapi sudah terbilang tiap bulan dia datang kesini.

Terkadang aku berpikir perjuangan dan pengorbanannya membuat aku yakin untuk tetap bersamanya, sungguh jarang sekali aku menemukan hal tersebut pada tiap wanita yang mau bepergian jauh hanya untuk menemuin cewoknya dengan sendiri. Semua itu berdasarkan tekad yang kuat dan kebeneranian serta pengalaman. Hal demikian bukan dia saja yang melakukan seperti itu aku pun bersikap sama datang ke Jakarta bersamanya lalu kembali pulang sendiri ke malang. Tapi tidak sesering dia.

Ada pikiran untuk balas dendam atas sikapnya namun tidak pernah bisa terlaksana karena hati ini tidak bisa berhubungan dengan yang lainnya apabila sudah memiliki penjaga hatinya (setia). Cintaku begitu kuat terhadapnya begitu erat walaupun jarak yang jauh tersebut bagiku pun bukan seuatu alasan untuk diarungi, tapi itulah kejadiannya dia tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya, yang selalu membuatku marah apabila aku mengerti hal demikian. Terkadang ada sebagian temenku yang mengungkapkan hal tersebut sengaja menguji keteguhanku sejauh mana cintaku terhadapnya, tapi tidak untuk keterpaksaan. Bagiku itu permainan baru dalam  dunia percintaan tentu tidak bagi orang lain, hal demikian seringkali membuat obrolanku bersama-sama temen-temenku merenenung. Separah itukah dia, tapi dari sikapnya dia adalah wanita yang sempurna.

Tentu banyak sifat kebaikannya yang mengingatkanku tentang kebersamaan dengannya, lantas ingatan itu sengaja aku buang jauh-jauh untuk bisa tegar dan tegas, bagaimana aku bersikap, akupun pernah mengantar ke Jakarta sembari bertanya hubungan kita harus berhenti disini tapi itu tidak terlaksana lantaran dia perasaan tersebut selalu hilang apabila kita sudah berkumpul kembali. Bukannya aku terkenal emosian dan dia orang penyabar yang bisa ngimbangi, lantas apa kekurangan yang tidak bisa saya terima, sebenarnya apasih pentingnya hubungan/pacaran kalo orangnya itu sendiri tidak pernah merasakan ketengan walaupun dia bahagia atas cintanya. Permalahan tersbut selalu mengusik pikiranku, ada pikiran kecil mengatakan untuk tidak bertemu dengan dia bahkan melihat fotonya, sungguh berat bagiku dia pun merasakan seperti itu tidak mau terpisah lama dan jauh denganku.

Tulisan ini merupakan tulisan nyata curhatku tanpa kuedit jadi pembaca harap maklum gaya penulisannya kurang baik ataupun tidak masuk kategori. Bagiku ini adalah suara hati tanpa mengandalkan ketajaman analisa otak, langsung kutulis berdasarkan perasaan yang bergejolak di di memori otakku. Sungguh hal demikian membuatku semakin sulit untuk berpikir apabila penulis merevisi dan dipebaiki lagi tulisannya, untuk demikian halnya membuat saya geleng-geleng kepala, ingatan dia seperti disengat tawon tapi menemukan madunya. Kedua memiliki sisi positi dan negatifnya, tapi itulah proses pengembangan .sebab terlahir sempurna dibutuhkan ujian tes untuk menyempurnakan. Tapi inilah pengalaman yang berarti walaupun sedikit berat untuk kuhapus.

Terbilang romantis dalam hal demikian untuk saya lakukan tapi anehnya sifat asliku tidak bisa muncul ketika berhadapan dengannya seolah-olah saya berubah menjadi oranglain, memang dia termasuk gampang memperngaruhi orang lain bahkan untuk membuat orang lain ketawa itu merupakan hal mudah. Sungguh  wanita yang terlahir sempurna hanya satu yang tidak bisa aku ungkapkan permasalahan sehingga kerenggangan ini begitu jauh dan terputus komunikasi kita.

Namun ini hanya masalalu yang akan menjadika sejarah baru dalam perjalanan cintakuAP(5)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: