Sebuah Catatan dari Karya Suci

Dimanakah Perasaan Kita?

Sungguh tragis sekali mendengar berita pemerkosaan siswi SMP di Manado, dengan paksaan dan penganiayaan serta ancaman dengan sebilah pisau membuat dia ketakutan dan menuruti semua tindakan bejat penjahat tersebut. Sungguh malang nasib siswi tersebut apalagi sebagi jangka panjang kedepannya kehormatannya yang telah direnggut dengan tidak bermoral tersebut membuat amarah keluarganya memuncak hingga mereka melaporkan kepihak polres di kota itu.

secara kemanusian dan asusila merupakan pelanggaran berat,  tentu hal demikian jangan sampai terjadi kejadian tersebut merupakan bukti moral seseorang yang dipenuhi dengan nafsu birahi tanpa bisa menahannya dan mencari solusi yang tepat.

Dari sisi lainnya pemerintah sudah menyediakan tempat lokalisasi sebagai tambatan nafsu birahi tersebut walaupun hal demikian kerap terjadi perbedaan pandangan dengan kaitan agama islam. Yang menjadi permasalahan kenapa pelaku tidak berpikir untuk pergi ketempat lokalisasi dan kenapa harus siswi tersebut yang menjadi korban, apakah sebenarnya dia sudah mengincar korban untuk bertindak seperti itu. peculikan ini bukan kejadian yang asing untuk didengarkan tapi apabila kita sebagai orang yang memiliki kesadaran lebih tinggi darinya maka sepatutnya kita menyadari satu dan lainnya untuk tidak mencontoh perbuatan asusila tersebut.

Sebagai orang lain penulis ikut merasakan kesedihannya walaupun tidak bisa menemaninya dan keluarganya, oleh karena itu penulis menulis kejadian tersebut sebagai landasan penyadaran dan pengingatan kembali pada temen dan temen untuk tidak melakukan hal serupa. Sungguh tidak wajar dalam pikiran penulis apabila kejadian ini menimpa keluarga kita sendiri, lantas akan seperti apakah perasaan kita sebenarnya.

Apakah Indonesia ini meliki tingkat hukum yang lemah sehingga membuat mereka berbuat semena-mena terhadap yang lainnya, tanpa memikirkan negative positifnya penulis mengatakan memang hukum di Negara ini sangat lemah. Pengaruhnya besar sekali untuk merangsang pelaku-pelaku lainnya dalam tindakan serupa karena hukumannya yang terbilang tidak wajar dan tidak sesuai. Terkadang hukum dan hakimnya yang bisa diakalin dan di permainkan dengan uang, lantas dimana image hukum Negara kita. Apakah hilang kebenarannya atau sengaja di tenggelamkan demi kepentingan sebagian orang tanpa memandang arti sejatinya kebenaran.

Penulis berpikir fenomena ini sudah cukup terjadi pada kasus-kasus pajak dan century namun jangan sampai merembet pada permasalahan seperti ini, karena kehormatan dan bunga wanita terletak pada kevorginannya.

Penulis berharap dapat memberikan bantuan pada pembaca untuk saling mengingatkan agar tidak terulang lagi kejadian serupa, amien..!!. AP (7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: