Sebuah Catatan dari Karya Suci

Semangat baru mulai tercipta untuk menulis sebuah artikel yang tak kalah asing dengan unek-unek yang bersemarak diotakku, bagiku ini cukup ini dalam kepribadianku sangat jarang aku terserang penyakit keranjingan seperti ini, justru bukan hal mudah untuk menyisakan waktu dalam sehari hanya untuk menulis artikel yang tidak tahu maksudnya, tapi keuntungan bagi penulis dan pembaca disini adalah akan mendapatkan gairah baru untuk selalu berkarya dan bertindak sesuai isi hati kecilnya.

“Tulislah” kata-kata tersebut selalu tergiang dalam otak pikiranku, hingga kuterbangun dari tidurku lantas duduk kembali didepan laptop yang tidak sebanding kekuatannya dengan computer, apalagi masalah ketahanannya ketika laptop selalu hidup, sungguh tragis dan melelahkan laptopnya sering lemmot bahkan memperlambat pengerjaan tulisan ini, bukan satu atau dua kali hal ini terjadi, seolah-olah laptopnya minta adik yang baru.

Kata demi kata aku rangkai menjadi keping-keping  kalimat dan paragraf dan satu kesatuan yang saling berhubungan dalam satu maksud yaitu berkarya dengan apa yang kita bisa. Apapun itu yang menjadikan tulisan ini lebih menarik untuk dibahas dan dibaca,ketimbang aku diam dan tertidur kembali, ada lebih baiknya aku kembali duduk dan menulis.

Sebatang rokokpun kuhisap penuh nikmat bagi penikmat itu merupakan sumber inspirasi tapi yang jadi pertanyaan kenapa di setiap kekamar mandi selalu ada inspirasi baru untuk ditulis dan dibahas, sebenarnya ada kekuatan apa di dalam kamar mandi itu sendiri?

Banyak orang sukses dan selebritis ternama yang kamar mandinya sebagai pustaka dijadikan tempat membaca, salah satunya Achmad Dhani dewa 19. Dikamar mandinya banyak ditemukan buku-buku bacaan Kahlir Gibran dan lainnya, sedangkan kamar mandi disini hanya sebatas peralatan mandi dan bak mandi sungguh sangat jauh bandingannya. Akan tetapi ide dan inspirasi terkadang selalu muncul di tempat itu. jawaban yang jelas dengan pertanyaanku tidak pernah terjawab dengan jelas apakah sebabnya kamar mandi bisa jadi ruang diskusi pada bathin kitasendiri.

Lantas aku hanya menulis dan kembali duduk di depan laptop kesayanganku, tidak pernah terpikir untuk keluar jalan-jalan menghirup dan meninjau perkembangan keadaan sekitar, terkadang ada rasa dirugikan oleh waktu jika aku harus berlama-lama diluar ataupun tidak di laptop untuk berkarya, mungkin kekuatan prinsip disini banyak menciptakan pengaruh besar bagi diri ini untuk selalu berkarya tanpa harus membuang banyak waktu.AP(4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: