Sebuah Catatan dari Karya Suci

Arti Sebuah Kritikan

banyak cerita pemuda sukses belakangan ini bahkan kepala saya rasanya mau pecah mendengar cerita-cerita suksesnya orang madura di tanah tetangga, terlepas dari ras apa kepentingan mereka sehingga membawa rasku kedalam permasalahanku, padahal kalo kita tinjau ulang dia hanya orang asing bagi saya tapi dia berani menantang saya karena banyak di kenal orang madura adalah penjajah yang sukses.

Sebenarnya saya salut dengan kritikan dan pendapatnya tapi yang menjadi beban saya adalah nama besar ras-Maduraku sendiri, yang terbilang tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia bahkan negara-negara tetangga pun berpesan seperti itu “orang madura adalah tonggak perekonomian negara”. Sebab tak jarang dari rakyat Madura yang merantau pekerjaannya adalah pedagang dan penguasa pasar.

Di lihat dari geografisnya Madura adalah kawasan garam yang terkenal panasnya sehingga penciptaan karakter individunya kebanyakan berwatak keras, dan pemikirannya adalah bekerja dengan cara halal. Apalagi terkenalnya Madura di sebabkan adatnya yang kuat dengan gaya santri dan kiayi yang paling besar memegang peran dalam keputusan di setiap daerah, karena bagi kami hidup hanya untuk ibadah mencari keridhoan sang pencipta. Tapi di lain hal yang terbilang aneh adalah kenapa sebagian masyarakat Madura suka merantau ke tanah tetangga apakah sebab kondisi alam yang ada di Madura tidak bisa dikembangkan atau diolah buat penghasilan atau emang Masyarakat Madura ingin menyebarkan agama islamnya dengan ilmu keagamaan yang ia peroleh ketika masih kecil, tentu itu alasan yang kecil kenapa orang Madura terkenal sebagai penjajah, tapi di sisi agama itu merupakan hal yang besar dan perlu di hargai layaknya para kiyai, seperti guru-guru mereka.

Anggapan orang lain madura juga terkenal kuat kultur agamanya karena dengan agama dia bisa menemukan rasa kekeluargaan yang kuat sesama keluarga, oleh karena itu tidak jarang orang Madura sukanya ngumpul bareng bersama sanak familinya kecuali bagi mereka yang merantau.

Kritikan tersebut sebenarnya membangunkan pada mimpiku yang sebelumnya bangga terhadap orang luar bahkan tak jarang setiap apa yang saya lakukan merupakan satu contoh kuat dalam menciptakan karakteristik cara bertahan di dunia luar Madura. Oleh karena setiap hari aku berpikir bagaimana membawa citra Madura selalu tetap cemerlang di mata yang lainnya.

Tentu kekeluargaan yang selama ini kami junjung tinggi tapi tidak selamanya teori ini bertahan lama apabila kita selalu menggantungkan diri pada konteks kekeluargaan tersebut, tidak lain dan tidak bukan justru kekeluargaan mendudukkan pada posisi yang savety bagi yang yang lainnya. Makannya tidak heran apabila ketemu sesama orang Madura di daerah lain maka kita akan disambut layaknya seorang raja. Karena pada prinsipnya tamu adalah raja. Prinsip inilah yang di anut oleh semua rakyat madura, maka dari itu bagi temen-temen yang bukan asli madura jangan sekali-kali menolak tawaran makan ketika temen-temen sekalian datang bersilaturrahmi ke orang Madura, karena tawaran tersebut adalah suguhan Madura yang paling di sukai dan harus di makan.

Mungkin penulis terlalu banyak mendiskripsikan Madura itu sendiri dari pada kritikan seorang teman, tapi itu sangat mempengaruhi agar sebelum mengkritik kita harus tahu karkter seseorang terutama karakter orang madura tersebut.AP(1)

 

Comments on: "Arti Sebuah Kritikan" (1)

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: